search-icon
Articles
Pelatihan Dasar Menangani Konflik dengan Mediasi
share


Menangani Konflik Melalui Mediasi

Komisi PPSDI dan PPK GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Dasar Menangani Konflik melalui Mediasi bagi Presbiter GPIB Jemaat Marga Mulya Yogyakarta pada hari Sabtu, 29 Juni 2019 di D’Senopati Hotel Yogyakarta.

Fasilitator pelatihan ini adalah Pdt Wahyu S. Wibowo dan Dra. Endah Setyowati dari Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian UKDW Yogyakarta  Pelatihan diikuti oleh sekitar 40 orang presbiter.

Pelatihan ini terbagi dalam 3 sessi, yakni :

Sessi 1 : Gagasan tentang Konflik

Sessi 2 : Pendekatan dan Teknik dalam Pengelolaan Konflik

Sessi 3 : Fasilitasi dan Mediasi

Konflik : Defini dan maknanya

Konflik berasal dari kata con yang artinya bersama dan figere yang artinya membentur.  Jadi konflik dapat diartikan sebagai membentur bersama.  Konflik juga disatu sisi bisa berarti bahaya (wei) dan di sisi lain diartikan peluang (ji) dari kata mandarin.

Konflik dapat disebabkan dari beberapa sumber, antara lain : konflik terkait dengan informasi, kepentingan, hubungan, sumber daya, struktur dan nilai.


Konflik tanpa pengelolaan memiliki siklus sebagai berikut :

1.     Perubahan ketegangan dan kebingungan

2.   Menyalahkan orang lain

3.     Membuat daftar kesalahan

4.     Konfrontasi

5.     Menentukan sikap


Pendekatan dalam Konflik

Pendekatan dalam konflik dapat dilakukan melalui negosiasi, konsiliasi dan meditasi.  Ada 4 model penyelesaian Konflik : koersi, arbitrasi, mediasi dan negosiasi. 

Fasilitasi dan Mediasi

Pada sesi ini presbiter diajak untuk menyelaraskan kepentingan dari sebuah konflik dengan strategi IDT (Identifikasi kepentingan, Daftar alternatif penyelesaian dan Tentukan pilihan solusi.).  Dalam praktik mediasi ini presbiter dibimbing bagaimana bisa mendengar dengan baik, dan menyarikan apa yang didengar dan kemudian bisa memberi solusi penyelesaian bagi pihak pihak yang berkonflik.